Beranda News Baju Batik di Derap Langkah Bertabur Bunga Melati…

Baju Batik di Derap Langkah Bertabur Bunga Melati…

205
0
Sekolah Polisi Nasional
Tahyudin Ali dan Kepala SPN Kombes Pol Joko Surachmanto

JALURTUJUH.COM – “Pak ayo ikut saya, menyambut siswa.” Saya langsung mengikuti langkah Kapala Sekolah Polisi Negeri (SPN) Cisarua Polda Jabar, Kombes Pol Joko Surachmanto SH MH.

Dengan pakaian seragam kepolisan lengkap menggunakan topi warna merah, sabuk kopel dan tongkat komando, di belakang ada puluhan yang mengikuti langkahnya, kebanyakan berpangkat bunga melati dua dan ada beberapa yang mengenakan melati satu.

Saat Sang Kombes melangkah, gemuruh tepukan dan riuh kegembiraan sorak- sorai orangtua siswa kepolisian menyambut langkah-langkah yang tegap dan teratur. Itu tandanya mereka akan melihat anak- anak kesayangannya yang membanggakan dan baru saja usai mengikuti rangkaian kegiatan sebagai siswa baru di kepolisian dan ada jeda waktu untuk menengoknya, mesti hanya sebentar.

Tapi setidaknya mereka akan melepas rasa kangen setelah hampir tiga bulan lebih berpisah. Dari langkah- langkah tegap dan teratur itu, hanya saya yang mengenakan baju batik, yang lainnya dengan gagahnya mengenakan seragam lengkap, saya seperti terperangkap oleh sebuah kejadian yang istimewa di tengah langkah yang bertabur bunga melati.

Dari ribuan pasang mata yang menatap, biarkan saja mereka bertanya-tanya, untuk apa lelaki yang berbaju batik dan fostur badannya tak ideal itu berada di kerumunan baju berbunga melati?

Bahkan usai upacara penyambutan, saya bermaksud mendekati Kombes Joko, yang saat itu baru saja selesai menjadi inspektur upacara, yang berdiri tegak di atas podium kehormatan.

Namun saat jarak antara saya dan Kombes Joko kurang lebih tiga meter, ajudannya bertindak cekatan dengan sigap mengusir saya.

“Bapak menjauh, menjauh dulu, Pak, jangan mendekat,” pintanya dengan suara meninggi.

Dengan cepat pula saat itu saya membalikan badan setengah berlari, menjauh dan bergabung dengan kerumunan orangtua siswa baru Polri.

Namun hanya beberapa saat, si ajudan yang tadi mengusir saya kembali mengejar dengan menghampiri saya.

“Izin bapak tamunya Pak Kombes ya, mohon maaf Pak, beliau mencari-cari Bapak tadi, menanyakan ke saya, silakan kalau Bapak mau gabung,” kata ajudan sambil hormat lanjut dengan membungkukan badan.

Saat itu saya memilih tidak bergabung dengan Kombes Joko yang masih berada di lapangan. Saya memilih menunggu saja di ruangannya sambil menikmati kopi pahit khas Gunung Puntang, Ciwidey, Bandung.

Meski diperlakukan istimewa, yang jelas saya bukan siapa-siapa hanya kebaikan kepala SPN dalam memuliakan tamunya saja, karena bertepatan dengan padatnya waktu dan kesibukan beliau. (Penulis: Tahyudin Ali)

Artikulli paraprakBocoran Desain dan Spesifikasi OPPO Find N3 Flip

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini