Aksi Unik Dedi Mulyadi Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan

aksi unik dedi mulyadi

Anggota DPR dari Fraksi Golkar Dedi Mulyadi melakukan aksi unik dan di luar kebiasaan saat menggelar sosialisasi empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara Republik Indonesia.

Biasanya kegiatan untuk menyosialisasikan Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika itu diisi dengan pidato yang bersifat seremonial. Namun Dedi Mulyadi malah membersihkan jalan dua kabupaten bertetangga, Purwakarta dan Subang.

Aksi bersih-bersih itu digelar pada Jumat (25/9/2020) dari Sadang, Purwakarta, hingga Kabupaten Subang.

Dedi mengatakan, aksi bersih-bersih itu sengaja digelar agar empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara RI itu lebih aplikatif dan bisa dirasakan oleh masyarakat.

“Selama ini kan selalu seremonial, pidato. Saya ingin yang lebih aplikatif, makanya saya bersama warga gotong-royong membersihkan lingkungan,” kata Dedi dikutip dari Tinta Hijau, Jumat.

Menurut Dedi, hikmah di balik gotong-royong itu, selain membuat lingkungan bersih, juga bisa mempererat tali silatruahmi dengan warga. Sebab, setelah bersih-bersih, ia kemudian makan bersama dengan warga.

Aksi bersih-bersih yang diinisiasi mantan bupati Purwakarta itu dilakukan di jalan sepanjang puluhan kilometer.

Dedi juga tidak lupa mengimbau warga agar tetap menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19, yakni memakai masker dan berjaga jarak.

Ada pun kawasan yang dibersihkan meliputi jalan dan saluran air.

Pahlawan untuk warga miskin

Dedi Mulyadi, pria yang khas dengan iket kepala itu memang dikenal sosok yang dekat dengan warga. Bahkan, ia bisa disebut sebagai pahlawan bagi warga miskin.

Mantan bupati Purwakarta dua periode itu sering blusukan ke masyarakat, sejak ia menjadi ketua DPRD, wakil bupati dan bupati Purwakarta, hingga anggota DPR sekarang.

Aksi membantu rakyat miskin itu terlihat dari video yang diunggah baik di Facebook maupun YouTube. Hampir setiap hari ia selalu mendatangi warga yang membutuhkan.

Aksi Dedi sempat viral setelah seorang penjual kerupuk bawang meninggal mendadak di hadapannya beberapa minggu lalu. Pria bernama Agustinus Simorangkir itu meninggal karena bahagia akhirnya bisa bertemu dengan Dedi Mulyadi.

Menurut istri almarhum, Leni Silitonga, mengatakan bahwa suaminya sudah lama ingin bertemu Dedi Mulyadi. Almarhum yang memiliki riwayat jantung itu ingin berkeluh kesah tentang kehidupa ekonominya yang terpuruk.

Bahkan, Agustinus bertemu dengan Dedi saat ia berjualan kerupuk di pinggir jalan dan jualannya tidak laku.

Dedi mengaku kaget dengan kejadian itu. Ia menyesal tidak dari dulu bertemu dengan Agustinus. Di sisi lain, ia juga bahagia ternyata kehadirannya sangat ditunggu-tunggu oleh warga yang membutuhkan.

Dedi pun membantu biaya pemakaman Agutinus dan menanggung biaya hidup keluarga almarhum.

 

You May Also Like

About the Author: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *