Misteri Sumur Emas di Karanganyar, Peninggalan Zaman Purba

Sumur emas di karanganyar

Sebuah sumur emas di Dusun Grenjeng, Dayu, Gondangreji, Karanganyar, Jawa Tengah, menyimpan sebuah misteri. Air yang terkandung di dalamnya diyakini masyarakat setempat berasal dari dunia lain.

Alasannya, air dalam sumur itu tetap jernih meski tanahnya mengandung kadar kapur tinggi.

Kini, sumur yang dulunya dikenal sebagai Sumur Grenjeng dikelola oleh masyarakat untuk mendapatkan penghasilan setiap bulan dengan memanfaatkan sumber mata air.

Kepala Desa Dayu, Susilo, dilansir Suara.com menyebutkan, berdasarkan penuturan warga sekitar, dulu sumur itu tiba-tiba saja muncul. Awalnya, kakek buyut mereka mendapati tanah tiba-tiba mengeluarkan air. Karena airnya tetap lestari, maka masyarakat menjadikan tanah itu sebagai sumur.

Ada sejumlah spekulasi yang beredar terkait keberadaan sumur unik itu. Salah satu yang paling santer diperbincangkan adalah bahwa sumur itu merupakan peninggalan zaman purba.

“Kebanyakan percaya sumber air ini memang alami sejak era peradaban purba. Tapi baru dimanfaatkan oleh masyarakat sejak zaman kakek nenek kami,” kata Susilo dikutip Suara.com.

Menurut Susilo, air sumur itu rasanya enak dan ketika dimasak tidak meninggalkan kerak kapur.

Misteri sumur emas

Kendati dipercaya muncul sejak zaman purba, namun hingga kini belum ada penelitian ilmiah yang bisa membuktikannya. Akhirnya masyarakat membiarkan sumur itu menjadi misteri. Justru sifat misterius itulah, kata Susilo, menjadikan Sumur Emas ini memiliki daya tarik sendiri.

Sisi misteriusnya terletak pada kadar air. Meski di sekitarnya ada sawah dengan kualitas air, yakni mengandung kapur, namun air sumur sendiri malah tidak terkontaminasi. Air sawah di sekitar sumur itu meresap tetapi tidak mempengaruhi kualitas air sumur.

“Makanya ini menjadi misteri,” kata Susilo.

Kejernihan air sumur itu tak tertandingi. Makanya warga kemudian menamai sumur itu sebagai Sumur Emas karena airnya sangat jerni dan berkilau seperti emas.

“Itu bentuk ungkapan yang dilontarkan masyarakat. Akhirnya (Emas) dijadikan nama sumber mata air tersebut,” pungkas Susilo.

Sumber: Suara.com

You May Also Like

About the Author: jalurtujuh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *