Misteri Nama-nama Lelaki di Rumah Predator Seks Sukabumi

Predator seks sukabumi

Misteri Nama-nama Lelaki di Rumah Predator Seks Sukabumi

Polisi berhasil mengungkap misteri nama-nama lelaki di tembok rumah FCR, pria predator yang melakukan sodomi di Kalapanunggal, Sukabumi, Jawa Barat. Pengungkapan itu untuk menjawab berbagai spekulasi yang bermunculan pasca-terbongkarnya kejahatan seksual tersebut.

Sebelumnya, setelah penangkapan FCR, polisi menemukan banyak nama tertulis di dinding kamar sekaligus ruangan pelaku melatih musik. Diduga, ruangan itu juga dijadikan tempat oleh pelaku untuk mencabuli para korbannya.

“Nama-nama tersebut adalah nama orang yang pernah belajar musik di kediaman tersangka, karena di lokasi itu tersangka memberikan bimbingan les musik,” kata Kapolres Sukabumi AKBP Lukman Syarif dilasnir detikcom, Sabtu (4/7/2020).

Ketika ditanya apakah nama-nama itu merupakan koban kejahatan seksual FCR, Lukman tak membantahnya. Menurut Lukman, ada beberapa nama yang tertulis di dinding itu yang memang menjadi korban pencabulan. Tapi ada juga yang tidak.

“Jadi kemungkinan mereka yang singgah, berlatih musik kemudian menulis nama di situ. Ada juga mereka yang kemudian ternyata menjadi korban tersangka,” kata Lukman.

Sebelumnya, polisi menemukan coretan nama-nama di dinding rumah tersangka pencabulan sejumlah lelaki pada Rabu (1/7/2020).

Nama-nama pria itu ditulis dengan tinta dan identik dengan nama lelaki. Di sana juga terpasang spanduk “Jak Mania Cibojong Sukabumu”.

Cabuli 30 lelaki

Sebelumnya, FCR, pemuda asal Desa Pulosari, Kecamatan Kalapanunggal, Sukabumi, diringkus polisi karena mencabuli 4 bocah laki-laki. Polisi menduga koban pria tersebut lebih dari empat orang.

Kapolsek Kalapanunggal AKP I Djubaedi dilansir Detik.com, mengatakan, pelaku mengaku telah mencabuli 30 bocah laki-laki.

“Kita tanya yang bersangkutan kurang lebih yang sudah menjadi korban ini dalam pengakuannya sekitar 30 orang,” kata Djubaedi.

Ia menjelasan, motif pelaku dalam pencabulan adalah dengan menawarkan korbannya ilmu kebal. Sejumlah korban pun tertarik untuk mendapatkan ilmu itu sehingga rela dicabuli.

Rata-rata para korban adalah bocah usia SMP antara 13 hingga 15 tahun. Pelaku kini sudah ditangani Unit PPA Polres Sukabumi.

Kapolsek mengimbau warga yang merasa anak-anaknya menjadi korban pencabulan pemuda itu untuk melapor ke polisi.

Sumber: Detik.com

You May Also Like

About the Author: jalurtujuh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *