2 “Putri Mahkota” Sunda Empire Ditahan di Malaysia Selama 13 Tahun

Sunda Empire

Informasi viral hari ini: Kakak beradik ditahan selama 13 tahun dan selalu mengaku warga Sunda Empire.

Dua perempuan ini, Fathia Reza dan adiknya, Lamia Roro, menghobahkan Indonesia dan Malaysia setelah mereka mengaku bukan warga Indonesia, melainkan Sunda empire. Bahkan mereka mengaku statusnya sebagai putri mahkota. Keduanya kini ditahan di Imigrasi Malaysia.

Awalnya, kedua perempuan itu pernah bebas, namun kembali ditahan.

Dua wanita itu berasal dari Bandung, Jawa Barat. Mereka sudah 13 tahun ditahan di Imigrasi Malaysia. Saat awal ditahan pada 2007, usia Fathia dan Lamia masih 23 dan 21 tahun. Kini keduanya masing-masing sudah berusia 36 dan 34 tahun.

Keduanya mengaku anak dari pasangan Kaisar dan Perdana Menteri Sunda Empire Rd Ratnaningrum dan Nasri Banks.

Dilansir Padangkita, Fathia dan Lamia ditahan karena sulit dideportasi. Penyebabnya adalah kewarnageraan yang tak jelas. Mereka ngotot mengaku sebagai warga negara Sunda Empire.

Ketidakjelasan kewarganegaraan mereka itu setelah pihak KBRI Kuala Lumpur dan KJRI Kuching mewawancari kedua wanita itu hingga tiga kali. Mereka keukeuh mengaku sebagai bangsa Sunda Empire.

Menurut mereka, Sunda Empire itu memiliki wilayah yang sangat luas, yakni meliputi Filipina, Thailand, Malaysia, Sumatera, Jawa dan Kalimantan (Boreno. Menariknya, mereka juga mengaku memiliki keluarga di China, Belanda dan Amerika Serikat. Bahkan, mereka juga fasih berbahasa Inggirs, Belanda dan Perancis.

Selama ditahan, mereka sempat menyewa seorang pengacara yang kabarnya berasal dari Swiss, bernama Shankar Ram. Bahkan, katanya, kedua terdakwa itu mendatangkan saksi dari PBB, seorang warga negara Amerika Serikat.

Kronologi penahanan

Sejumlah kabar menyebutkan, kedua perempuan itu awalnya pergi ke Brunei Darussalam pada 6 Juli 2007. Mereka tiba Bandara Internasional dan menginap di Hotel Empire.

Kabar beredar menyebutkan bahwa mereka pergi ke Brunei setelah tinggal di pengasingan bersama orangtuanya di Swiss. Sebelum ke Brunei, mereka juga sempat masuk ke Singapura. Namun belum ada kabar dan bukti bahwa keduanya pernah beperjalanan ke Indonesia.

Mereka kemudian ditahan pihak Imigrasi Brunei pada 12 Juli 2007 karena membawa paspor Sunda Democratic Empire. Akibatnya, mereka diusir ke zona bebas karena dokumennya tak diakui.

Selanjutnya, entah bagaimana kejadiannya, kedua orang itu ditangkap otoritas Kuching, Malaysia, pada 14 Juli 2007.

Kini keduanya masih ditahan pihak Imigrasi Malaysia. Otoritas negeri Jiran itu kesulitan mendeportasi mereka karena tak tujuan negaranya. Mereka masih ngotot sebagai warga negara Sunda Empire.

You May Also Like

About the Author: jalurtujuh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *