Pengalaman Endoskopi untuk GERD atau Asam Lambung

endoskopi lambung
Saya pernah menjalani pemeriksaan endoskopi sebanyak tiga kali. Bagi penderita GERD, saya sarankan menjalankan prosedur tersebut untuk melihat kondisi dalam lambung sehingga pengobatannya bisa menjadi jelas dan terukur. Terapi obat apa yang akan diterapkan setelah melihat hasil endoskopi.
Istilah endoskopi baru saya kenal sejak saya menderita GERD atau asam lambung. Mungkin bagi teman-teman sesama penderita yang membaca tulisan ini sudah tahu atau mendengar istilah diagnosa medis itu. Tapi ada pula yang belum begitu mengetahui apa itu endoskopi.
Baik sebelum saya bercerita tentang pengalaman saya melakukan endoskopi, ada baiknya dijelaskan terlebih dahulu apa itu endoskopi.

Istilah endoskopi

Dilansir dari Alodokter, endoskopi merupakan prosedur medis untuk memeriksa kondisi organ tubuh tertentu secara visual dengan menggunakan alat khusus. Alat tersebut dinamai endoskop. Prosedur ini bisa pula digunakan untuk pembedahan.
Sebagian dokter ahli dalam menyebut endoskopi itu meneropong organ dalam dengan menggunakan alat khusus yang di dalamnya terdapat kamera yang disematkan pada selang lentur. Kameranya dapat dihubungkan ke monitor untuk menampilkan gambar kondisi organ tubuh di dalam perut.
Ada beberapa metode memasukan selang ke dalam tubuh, antara lain melalui mulut, hidung, anus atau irisan kulit yang dibentuk khusus untuk endoskopi.

Jenis endoskopi

Ada beberapa jenis endoskopi yang biasa dilakukan dokter untuk meneropong organ dalam tubuh, antara lain 
  • – Artoskopi untuk mengamati bagian dalam sendi
  • – Bronkoskopi untuk melihat kondisi saluran pernapasan yang menuju paru-paru
  • – Kolonoskopi untuk meneropong kondisi usus besar
  • – Enteroskopi untuk melihat kondisi usus halus
  • – Gastrokopi untuk melihat kondisi kerongkongan (esofagys), lambung dan usus 12 jari
  • – dan banyak lagi istilah lain
Nah, untuk penderita asam lambung, prosedur yang biasa dilakukan adalah gastrokopi. Metode pemeriksaan medis ini juga saya jalani di dua rumah sakit besar di Jakarta dan Tangerang.

Kondisi membutuhkan endoskopi

Ada beberapa kondisi ketika seseorang harus menjalankan endoskopi untuk pencernaan (gastrokopi), antara lain keluhan pencernaan seperti BAB atau muntah darah, diare, muntah terus menerus, nyeri perut, berat badan menurun, disfagian, dan ulu hati terasa panas.
Jika merasakan salah satu gejala di atas, maka bisa periksakan diri ke dokter. Namun gejala itu tidak mutlak harus endoskopi, tetapi tetap konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter.
Ada sebagian dokter yang menyarankan endoskopi cukup dilakukan satu kali seumur hidup. Tapi ada pula dokter yang menyarankan endoskopi 3 bulan sekali. Bahkan, seorang dokter menyebut endoskopi bisa dilakukan seminggu sekali. 
Ya, mungkin dokter memiliki penjelasan masing-masing. Saya tidak akan membahas wilayah itu karena saya tidak memiliki kapasitas. Saya hanya menceritakan pengalaman endoskopi saya sendiri.

Pengalaman endoskopi

Berdasarkan pengalaman saya, dokter menyarankan endoskopi ketika saya merasa sakit perut, berat badan menurun dan ulu hati panas. Saat itu, saya menjalani prosedur endoskopi di RS Carolus Jakarta Pusat. 
Hasil dari endoskopi menunjukkan bahwa kondisi dalam lambung mengalami iritasi. Biasanya dokter juga memgambil sampel jaringan untuk mengetahui penyebab iritasi itu. Hal itu mencegah dini munculnya kanker.
Proses endoskopi berjalan sekitar 1 jam, tergantung kondisi tubuh. Saya menjalani endoskopi dengan bius total. Ada satu orang pendamping yang melihat layar monitor dan mendengarkan penjelasan dokter. Sementara saya tertidur pulas.
Usai menjalani endoskopi, dokter kemudian meresepkan obat untuk terapi. saya menjalani terapi sekitar 1 bulan dan harus kontrol kembali.
Prosedur endoskopi kembali saya jalani di rumah sakit berbeda. Kali ini di RS Usada Insani. Saya merasakan perut masih tak nyaman dan kemudian konsultasi ke dokter ahli dalam di RS tersebut. Dokter ternyata menyarankan endoskopi ulang. Kalau tak salah hal itu dilakukan pada 2018.
Namun kali ini endoskopi dilakukan dua kali selama dua hari berturut-turut. Pada hari pertama, endoskopi dilakukan untuk melihat kondisi dalam lambung. Hasilnya menunjukkan ada beberapa titik bintik semacam jerawat dalam lambung.
Lalu keesokan harinya dokter melakukan endoskopi kedua. Kali ini adalah sebuah tindakan untuk mematikan bintik-bintik tersebut. Kalau melihat di layar monitor, tindakan tersebut mirip menyolder bintik-bintik itu.
Setelah beres semua prosedur, saya diberi obat untuk terapi selama dua minggu dan diwajibkan kontrol setelah melewati masa itu.
Demikian pengalaman saya menjalani prosedur endoskopi. Bagi Anda yang masih mengalami sakit lambung berkepanjangan, tidak salahnya konsultasi ke dokter untuk meminta endoskopi. Tapi keputusan layak atau tidaknya endoskopi itu nanti tergantung petunjuk dokter. Percayakan saja pada dokter.
Jika artikel ini bermanfaat, silakan dishare ya. Kalau mau mengutip artikel ini silakan dan tolong ditulis ulang dan diberi link artikel ini sebagai bentuk apresiasi kepada penulis. Terima kasih.

You May Also Like

About the Author: redaksi

28 Comments

  1. Hampi serupa dengan ibu saya, beliau juga memiliki maag akut. Sayangnya belum pernah diperiksa lebih lanjut, btw apakah setelah menjalani endoskopi bisa baik seperti sedia kala kak?

  2. Untuk mengetahui kondisi lambung berarti alatnya itu dimasukkan ke lambung ya. ..Kira-kira setelah endoskopi itu ada rasa nyeri atau gak ya. ..

    Memang jika mengalami maag akut sebaiknya diperiksa secara lebih lanjut supaya mendapatkan penanganan yang tepat…

  3. saya pernah endoskopi dan kolonoskopi berkaitan dngan gerd tapi hnya sekali tindakan saja.. dan diambil biopsi lapisan lambung untuk mencari penyebab tumbuhnya jamur didinding lambung..memang penyakit apapun hrs dicari penyebab penyerta ya spy pengobatan lbh efektif

  4. Sekarang bagaimana keadaanya? Sudah membaik? saya dua hari yang lalu merasakan gejala asam lambung karena kalap makan durian. Untungnya tidak saya lanjutkan mengkonsumsi durian karena takut "olab" kalo kata orang sunda. Banyak sekali kejadian-kejadian serius diakibatkan asam lambung. Orang cenderung menyepelekan asam lambung sebagai gejala sakit maag biasa. Menyeramkan. Mungkin dapat ditambahkan makanan atau minuman yang baik dikonsumsi ketika seseorang sedang kena asam lambung?

  5. Kebetulan saya sudah selesai dengam gerd kak.. dan gerd nya saya lebih disebabkan stress pemicunya dan pola makan yang ga teratur..

    Akhirnya saya memutuskan utk tidak berfikir yang menyebabkan stress dan sekarang terlambat makan sekalipun (puasa) ga pernah kambuh lagi..

    Tapi dulu sempat sebulan penuh minum ramuan kunyit juga sich..

  6. amiin..memang proses mbak. saya juga dulu takut diendoskopi. Tapi setelah diyakinkan dokter, akhirnya bersedia. Apalagi kondisi sy waktu itu disertai psikosomatik…

    terima kasih sudah berkunjung ke blog saya…

  7. Alamdulillah sudah jauh lebih baik. Dulu sy setahun disiksa oleh penyakit ini. Tahun 2017 adalah masa-masa tersulit dalam kehidupan saya…

    terima kasih sudah berkunjung ke blog saya…

  8. saya diendoskopi dengan bius total. Jadi saya tidur pulas. Bangun-bangun endoskopi sudah selesai. Hehe… biasanya RS beri hasilnya sekaligus video rekaman dalaman lambung.

    Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya..

  9. Iya mbak.. coba saja temennya disaranin endoskopi. Kita bisa tahu dalaman lambung kita dan penyebab lambung sakit.

    Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya…

  10. Alhamduillah kang sakinten ayeuna mah hehe.. Ya saya sudah lama masuk fase new normal, alias berdamai dengan gerd. Kehidupan kembali ke seperti sedia kala meski tidak 100 persen. tetap jaga pola makan.

    Betul asam lambung bukan maag biasa. Penangannya bukan hanya pengobatan fisik an sich, tetapi juga psikis. Sebab keduanya saling berakitan…

    Terima kasih sudah mengunjungi blog saya…

  11. Betul mbak. Ya diambil biopsi untuk diteliti. Wah kalau kolonoskopi sy belum pernah. Tapi metodenya kurang lebih sama ya, cuma beda cara memasukka kameranya hehe

    Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya..

  12. betul stres dan pola makan sangat berpengaruh pada asam lambung atau gerd. Bahkan kabarnya perut kita itu sesungguhnya itu punya "otak". Ketika perut bermasalah merembet ke otak di kepala (pikiran) dan sebaliknya juga. Jadi pengobatannya memang harus dua2nya, perut dan pikiran.

    Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya

  13. Tadi pertama baca "Pengalaman endorsekopi" saya mikir sakit lambung kok endorse kopi, eh ternyata saya salah baca, hehehe. Endoskopi!, berarti bagi penderita sakit lambung harus merhatiin kondisi ini ya; sakit perut, berat badan menurun dan ulu hati panas. Jika menemukan gejala seperti itu baiknya mengecek ke dokter.

  14. Saya salah satu penyintas. Tapi alhamdulillah sekarang cukup normal dan terkendali.

    Dulu pernah sangat parah sekali. Dan lucunya setelah ouasa saya cukup merasa nyaman dan mulai merasa berdampingan dengan ini.

  15. Saya sering berpikir, proses endoskopi itu apa nggak sakit banget secara dimasukin selang kayak gitu. Ternyata bius total ya, berarti aman. Kebetulan ibuku sering sakit lambung sampai nyeri ulu hati. Tapi harus konsultasi dokter dulu jadi dapat saran yang paling tepat. Informatif sekali artikelnya.

  16. Super banget pengalamannya dan membagikan informasi tentang dunia kesehatan, jujur saya juga ingin di periksa penyakit dalam di bagian hati saya karena mengalami dan mengidap virus Hepatitis B sejak itu saya tidak pernah donor lagi hingga di katakan sembuh

  17. IYA, percaya pada dokter karena pasti melalui rangkaian pemeriksaan dan hasil lab.
    Duh, saya bisa bayangkan tersiksanya penyintas GERD. Semoga cepat membaik, Mas. Dan semoga sembuh ya.

  18. Wah semoga mas lekas sembuh dan enduskopi ini jadi solusinya. Aamiin. Akan saya kabarkan pula jika ada teman yang memiliki gejala seperti Ini agar melakukan sesuai saran yang mas tulis.

  19. Saya juga pernah kepikiran tentang endoskopi ini karena saya punya masalah dengan pencernaan, ada keinginan buat konsultasi ke dokter, tapi itu dokter spesialis apa ya untuk masalah ini, Mas?

  20. om saya butuh endoskopi nih.biar paham. beliau selama ini kan gerd tp gak mau berobat yg pas. minum antasid mulu. pagi2 dah hoek2 kayak masuk angin parah gitu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *