Misteri Uang Hilang dan Mitos Tuyul di Tasikmalaya

Baru-baru ini, warga di Kampung Parakanyasag, Kelurahan Parakanyasag, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, heboh karena sejumlah uang mereka hilang secara misterius.

Tak tanggung-tanggung, uang yang hilang itu mencapai puluhan juta rupiah. Persitiwa itu terjadi secara serentak, yakni pada Senin, 24 Februari 2020 lalu.

Warga mengaku tak melihat ada tanda-tanda bekas pencurian di rumahnya. Jendela, pintu dan lemari semuanya dalam keadaan utuh. Tidak ada bekas perusakan atau pembukaan secara paksa.

Sutikno, misalnya. Ia mengaku menyimpan uang Rp 100 juta di lemarinya dan sudah dikunci rapat. Tiba-tiba sebagian uang itu hilang setelah ditinggalkan untuk shalat isya di masjid tak jauh dari rumahnya.

Ia mengaku uang yang hilang itu Rp 10 juta dari total Rp 100 juta. Beberapa hari sebelumnya, ia juga kehilangan uang Rp 2,6 juta dari total Rp 12,6 juta. Padahal uang itu baru disimpannya setengah jam yang lalu.

Sementara kondisi lemarinya dalam keadaan utuh. Tidak ada bekas congkelan atau perusakan lainnya.

Sutikno pun kemudian mencurigai makhluk gaib yang telah mencuri uangnya. Makhluk gaib dimaksud adalah tuyul.

Selain Sutikno, korban lainnya adalah Engkon. Kata Dedi, istri Sutikno, Engkong kehilangan uang Rp 18 juta. Sedangkan warga lainnya yang bernasib sama, Yuyu, juga kehilangan uang Rp 8 juta.

Mereka juga mengaku tidak ada bekas perusakan atau jejak kaki seseorang. Semuanya bersih. Namun mengapa uang yang dimiliki mereka tiba-tiba berkurang?

Mereka pun yakin bahwa pelaku pencurian itu adalah tuyul. Untuk mencegah peristiwa terulang, warga pun rutin menggelar ronda malam.

“Kalau sama orang diambilnya pasti ada bekasnya. Tapi ini seua sama, hilangnya misterius,” kata Dede dikutip Kompas.com.

Tuyul merupakan makhluk halus yang hanya dikenal dalam mitologi Jawa. Tuyul ini merupakan keluarga dari jenis jin ifrit. Wujudnya seperti anak kecil dengan kepala gundul.

Makhluk ini dipercaya dapat dipekerjakan oleh manusia untuk mencuri, terutama uang.

You May Also Like

About the Author: jalurtujuh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *