Anak Wakil Ketua DPRD Dikeroyok 10 Pemuda demi Selamatkan Temannya

  • Whatsapp
Ilustrasi perkelahian (photo credit: andrew martin/pixabay)

KOTA TASIKMALAYA, JALURTUJUH.com – SM (23), anak Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Muslim, dikeroyok 10 pemuda di sebuah kantin di Jalan Siliwang, Kota Tasikmalaya, pada Sabtu (7/3/2020). Korban mengalami luka dalam di sekujur tubuh dan kepala bagian belakang robek.

Korban dianiaya karena ingin menyelamatkan temannya, Riki, yang awalnya ditantang duel oleh salah satu pelaku, D, dengan taruhan uang Rp 200.000.

Bacaan Lainnya

Dikutip Kompas.com, peristiwa itu bermula saat SM pulang ke Kota Tasikmalaya usai mengantarkan temannya yang sakit ke Banjar. Korban saat itu ditemani temannya yang lain, Riki.

Di perjalana pulang, Riki mengaku terus diteror via pesan elektronik bahwa dirinya diajak duel oleh pelaku D. Diketahui bahwa Riki dan pelaku D adalah teman semasa SMA dulu.

Demi ingin membantu temannya, SM pun mengajak Riki untuk bertemu di sebuah kantin di Jalan Siliwangi Kota Tasikmalaya. Akhirnya SM dan Riki pun membuat janji dengan pelaku D untuk bertemu di sana.

Setibanya di lokasi kejadian, SM dan Riki mendapati pelaku D bersama empat temannya. Keduanya kemudian menawarkan damai dengan mentraktir pelaku makan dan rokok.

Namun bukannya berterima kasih, pelaku D malah tetap menantang duel Riki dengan taruhan Rp 200.000. Bahkan pelaku sempat memukul Riki yang kemudian buru-buru dilerai oleh SM.

“Pelaku malah mengajak duel korban (SM) dengan taruhan Rp 200.000,” kata Riki dilansir Kompas.com, Selasa (10/3/2020) siang.

Demi menyelamatkan temannya, SM pun menyanggupi pelaku untuk duel. Perkelahian pun terjadi. Pelaku D sempat terdesak hingga akhirnya meminta bantuan empat temannya.

Empat teman pelaku sebelumnya menghubungi kawan-kawan mereka yang lain. Hingga akhirnya berkumpul 10 pemuda termasuk pelaku D.

Mereka kemudian ramai-ramai mengeroyok SM hingga korban tersungkur di jalanan. Ketika korban tumbang, pelaku bukannya menghentikan penganiayaan. Mereka malah menendang dan menginjak-injak korban.

Sementara Riki dan 3 teman lainnya tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka malah diam karena takut diancam para pelaku.

Setelah SM terkapar, para pelaku kemudian meninggalkan lokasi kejadian. Sementara Riki dan tiga teman lainnya membawa korban ke rumah sakit.

Akibat pengeroyokan itu, korban SM mengalami luka sohek di belakang kepala. Selain itu, sekujur tubuhnya mengalami luka memar bekas pukulan dan tendangan.

Ayah korban, Muslim, berencana memeriksa tubuh anaknya dengan metode CT Scan di rumah sakit. Sebab, hingga kini anaknya merasakan sakit di dalam.

Muslim pun resmi melaporkan kasus itu ke kepolisian. Ia ingin pelaku dihukum sesuai perbuatannya demi memberikan efek jera.

Sementara kepolisian menyelidiki kasus itu dengan memburu pelakunya. Polisi menyebut para pelaku bukan geng motor.

Di sisi lain, salah satu pelaku, D, merasa bersalah telah mengeroyok SM. Dua hari setelah kejadian itu, D sempat menanyakan kondisi SM ke Riki melalui pesan WhatsApp.

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *