Terjaring Razia, 15 Pasangan Mesum Diajak Bertobat

  • Whatsapp

Aparat gabungan yang terdiri dari Satpol PP, polisi dan ormasi di Kota Tasikmalaya, jawa Barat, menjaring 15 pasangan mesum dari sejumlah hotel di kota santri itu.

Aparat mengamankan belasan pasangan non muhrim itu dalam sebuah razia Malam Tahun Baru 2020 pada Rabu (1/1/2020) dini hari.

Petugas kemudian membawa mereka ke Polsek Mangkubumi untuk didata dan diberi pembinaan. Selama proses pengumpulan itu, para pasangan mesum sempat menolak, namun akhirnya mereka pasrah dibawa ke kantor polisi.

Kapolsek Mangkubumi, Iptu Agus Fredi, menjelaskan, razia pasangan mesum di Kecamatan Mangkubumi digelar karena berdasarkan informasi bahwa banyak hotel melati di kecamatan itu diduga kerap dijadikan tempat maksiat.

Hotel-hotel melati dimaksud di antaranya Hotel Linggajaya, Hotel Setuju, Hotel Mangkubumi, dan Hotel Pajajaran. Sebab, hotel tersebut menawarkan tarif murah sehingga rawan dijadikan tempat mesum. Selain itu, beberapa ABG kerap nongkrong di hotel itu.

Ferdi menambahkan, pihaknya sengaja menggandeng ustaz dalam razia itu demi memberikan wejangan rohani kepada para pelaku mesum. Ia berharap tausiyah itu diterima oleh mereka sehingga kembali ke jalan yang benar dan tidak mengulang perbuatan serupa.

“Perkara diterima atau tidak tobatnya itu urusan Allah, yang penting kami telah mengajak mengajak mereka untuk kembali ke jalan yang benar,” ujar Ipda Agus Fredi.

Diajak tobat

Selama di kantor polisi, mereka diceramahi oleh seorang ustaz dari FPI, Ustaz Yanyan Albayani. Sejumlah pasangan mesum tampak khidmat menyimak tausiyah ustaz itu. Namun ada pula yang keliatan senyam-senyum karena pikiran mereka masih dalam pengaruh minuman beralkohol.

Ustaz Yanyan mengajak para pasangan mesum itu untuk bertobat dan kembali ke jalan yang benar. Yanyan menjelaskan bahwa mesum dan mabuk-mabukan adalah perbuatan tercela, maksiat dan dibenci Allah Swt.

Yanyan mengatakan, jika mati dalam keadaan berzina dan mabuk, maka pelakunya akan sengsara di akhirat kelak. Bahkan, bukan hanya di akhiran, di dunia pun orang yang berbuat demikian hidupnya tidak akan bahagia.

“Kalau seorang manusia meninggal sedang berzina dan mabuk-mabukan akan rugi dunia akhirat, sayang masa depan kalian masih panjang. Jangan tergoda iman,” kata Yanyan.

Sumber: jurnal priangan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *